Di dalam apartemennya, Keke meletakkan tas dan belanjaannya di meja. Meminum obatnya, lalu ganti baju dan tidur. Sebenarnya ia tidak sendirian, hanya saja Julie Giraud, teman seapartemennya yang berasal dari Perancis jarang berada di rumah. Jurusannya berbeda dan dia lebih sering berada di lab. Hampir sepanjang waktu.
Tapi seperti biasa, sambil tiduran ia membuka catatan kuliahnya. Ia bermaksud membacanya sampai ketiduran. Masalahnya teori – teori itu tak satupun masuk ke otaknya. Ia malah kepikiran tentang Joon.
Memang siapa sih dia? Orang terkenal juga? Tapi ada yang sedikit aneh, sepertinya ada hubungannya dengan pekerjaan seorang hairdresser atau make up artist. Apa dia seorang ahli di salah satu bidang itu? Lebih cocok jadi modelnya deh.
“Hmm…?!” kaget dengan pemikirannya sendiri, ia terduduk. “Model kan memang tidak butuh sekedar wajah cakep, tapi harus punya karakter. Dengan tubuh menjulang kayak tiang listrik begitu pasti diterima di panggung internasional. Hmm…bisa jadi sih ya…” ia pun berbaring lagi.
Kalau dipikir lagi sih memang cocok. Model pasti berhubungan dengan para hairdresser atau make up artist. Sedikit kurus sih tapi badan Joon proporsional. Atau kurusnya itu sesuai dengan standar model internasional? Siapa tahu. Gerakannya juga luwes.
“Hah…iya, ya, aku baru ingat kalau di kartu nama yang dia kasih ke aku ada alamat agensi juga. Jangan – jangan itu agensinya…Wah, aku kenal orang kayak gitu.”
Kebetulan yang aneh atau boleh dipercaya sebagai takdir?
Ia mulai menguap dan matanya terasa berat. Mungkin efek obat. Ia meletakkan buku kuliahnya di lantai dan tidur.
***
Di saat yang sama, Joon tengah bersantai sambil menikmati birnya. Ia bukan peminum tapi ada kalanya ia ingin minum dan berhenti saat merasa sudah pada batasnya.
Sebelum bertemu Keke, sebetulnya ia tengah kesal dan sedikit bad mood akibat latihan yang harus dijalaninya hari ini.
Minggu depan ada pagelaran fashion show untuk menggalang dana kampanye untuk para penderita kanker payudara. Ada enam desainer yang akan berpartisipasi. Tiga laki – laki dan tiga perempuan. Dua di antaranya adalah desainer top, empat sisanya adalah desainer baru yang sedang naik daun.
Joon terrmasuk salah satu dari model yang akan memeragakan kreasi dari keenam desainer tersebut.
Hari ini ia kesal karena ada Cho Eun Jung, seorang model perempuan yang terlalu manja dan semaunya sehingga agak mengacaukan latihan dengan ide – ide dan segala tingkah pola menurut egonya sendiri. Ditambah lagi, model itu terus berusaha menarik perhatiannya. Seolah belum cukup, pada sesi latihan salah satu desainer, beberapa model harus mengulang beberapa kali karena tidak bisa menampilkan image yang diingini desainer tersebut.
“Beginilah kalau bekerja bersama model amatiran!” gerutu Cho Eun Jung sombong.
Joon yang kebetulan di belakangnya hanya melotot frustrasi padanya tapi tidak mengucapkan sepatah katapun.
Persaingan belakang panggung memang ketat tapi ia paling benci dengan hal – hal seperti yang dilakukan oleh Cho Eun Jung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar