Sabtu, 17 Maret 2018

PROLOG: THE WINNER

Ini tiga bulan yang lalu...

Aku Azalea Hana Anjela. Dalam bahasa bunga Azalea artinya romantis. Sedangkan Hana kata orangtuaku diambil dari bahasa Arab yang artinya kebahagian tapi kalau Jepang artinya bunga, kalau bahasa Korea artinya satu. Dan Anjela sebetulnya diambil dari kata Angel, bahasa Inggris yang siapapun juga tahu artinya malaikat.

Jadi kalau diartikan dari kata Hana saja sudah mewakili semuanya karena aku anak pertama. Oke, lanjut, anak pertama yang membawa kebahagian indah seperti bunga berhati malaikat dan romantis. Itu harapan orangtuaku. Hhh...lumayan berat tanggungjawabku menyandang nama itu. Tapi itu juga akhirnya lumayan menuntun hidupku untuk bersifat selalu rendah hati, nggak gampang marah-berat sih-dan romantis. Kenapa? Aku yang dari kecil sudah dikenalkan pada buku dan musik akhirnya tumbuh menjadi pecinta buku dan musik walaupun untuk yang terakhir itu hanya sebatas penikmat. Buta nadaku keterlaluan.

Itulah sedikit sejarah hidupku. Sekarang aku sudah besar. Kalau kubilang dewasa keterlaluan deh. Belum. Aku masih pecicilan. Tapi, oke, cukup. Intinya aku yang sudah berapa kali mencoba mengirim tulisanku gagal terus. Eeeh....lha ternyata Tuhan masih sayang padaku. Siapa sangka aku menang lomba menulis yang diadakan sebuah majalah remaja bergenre artis asia timur..apa ya...fanfic? Mungkin. Pokoknya bunyinya: Ayo kamu yang suka menulis, penggemar Hallyu star, tulis impianmu dan apa yang mau kamu lakukan kalau bertemu mereka. Dan tulis kesanmu tentang mereka atau satu artis yang kamu suka.

Nah, kaget dong ternyata aku juara satu. Hadiahnya liburan ke Korea selama tiga hari empat malam lengkap dengan uang, tiket dan akomodasi PLUS ketemu idola yang kita jadikan objek tulisan. WOAAAH!!!

Bukannya aku iseng sih tapi lebih ke pasrah aja karena aku bukan fans berat. Jadi sebetulnya aku sedikit merasa bersalah juga pada fans berat mereka tapi malah nggak menang atau cuma juara dua dan tiga. Karena lombanya cukup ekslusif dengan hadiah eksklusif jadi nggak ada juara harapan. Hadiah kedua tiket nonton konser dan ketemu salah satu artis Korea yang bakal konser di Indonesia plus CD asli bertanda tangan dan merchandise. Tapi masih dapat bonus lagi kalau si artis yang konser ini bukan idola si pemenang, pihak panitia akan memberikan CD dan merchendise artis idolanya. Sedang juara tiga hanya mendapat CD bertanda tangan dan merchendise artis idolanya.

Nah lho...wah...perasaanku campur aduk. Antara senang, kaget, nggak menyangka. Masa sih?

Setelah konfirmasi dan tetek bengek lainnya, aku pun mulai mengurus pasport. Yang ini biaya sendiri. Iyalah.

♪♪♪

Dua bulan yang lalu...

Menunggu adalah pekerjaan membosankan. Tapi lebih mendebarkan ditambah antusiasme seperti ini. Waaah...hanya itu yang bisa kukatakan.

Sekarang yang jadi masalah atau lebih tepatnya bahan pertimbangan adalah...culture barrier terutama language barrier. Aku nggak bisa bahasa Korea! Tahunya cuma Annyeonghaseyo, Kamsahmnida, Mianhaeyo, Ne, Anieyo. Mau belajar? Dimana? Ubaya? Hmm...aku dengar sih pusat bahasa disana lengkap. Ubaya. Universitas Surabaya. Tapi aku juga nggak punya waktu dan waktunya mepet kalau mau ambil kursus reguler. Kalaupun ada yang lain apalagi mau privat, mahal dong pastinya. Halaaah...biarlah. Que sera sera whatever will be will be.

Cuma ya cuma masalahnya si artis ini, yang mau aku temui nggak bisa bahasa lain selain bahasanya. Sering ke Jepang dan China juga nggak menambah kemampuan berbahasanya. Sama seperti dia ngomong bahasa Inggris. Lha aku tahunya cuma bahasa Inggris.

Ini bakalan kelihatan konyol. Tapi rasanya pasti ada guide eh bukan, translatornya sih ya.

Akhirnya disela waktu belajarku aku sempatkan diri belajar sendiri. Aku, seorang Azalea yang paling malas belajar walaupun suka buku ini harus buka buku bahasa Korea demi hadiah utamaku. Karena aku ini tipe yang semakin dipaksa belajar, semakin pelajaran itu nggak masuk ke otakku. Cuma mampir aja. Kalau aku baca iseng - iseng kadang malah sering ingatnya. Terus kalau pakai istilah pendidikan aku ini tipe audio visual. Nggak bisa belajar sendiri, susah mudeng kalau nggak ada yang ngajarin. Harus lihat dan dengerin orang ngomong baru bisa ngerti dan materinya masuk ke otak.

♪♪♪

Satu bulan yang lalu...

Menjelang keberangkatan, aku belanja beberapa baju - baju baru. Terutama baju hangat. Kenapa? Aku perginya di musim gugur. Dalam bayangan sudah tercetak hal - hal romantis yamg berkaitan dengan musim gugur, bukan apa yang bakal kulakukan dengan si artis. DAN untungnya jadwalnya tepat setelah aku selesai ujian tengan semester. Wuihiii...beruntung kan? Nggak perlu melepas kesempatan jadinya. Kecuali pihak majalahnya bisa dinego...hehehe...tapi rasanya nggak mungkin. Yang ada malah juara dua yang akan naik jadi juara satu.

Uhmm, kelihatannya juga nggak segampang itu... Selain masalah bahasa...aku yang terbiasa di kota yang bisa bikin kulit gosong celekitan kena panas matahari dan nggak tahan AC harus pergi di musim gugur yang kuperkirakan sudah agak mulai dingin. Tapi bagiku pastinya sudah dingin banget dan musim dingin malah membeku. Buah simalakama.

What should I do?

Aaarghh!!!

Apalagi karena Korea dan Seoul pula tempat dimana orang berlomba berpenampilan terbaik dan keren. Aku sih bukan korban mode tapi aku juga nggak mau kelihatan aneh, kucel, kusam sendiri dong. Kesan pertama itu penting. Rapi itu penting. Rapi itu indah. Enak dipandang mata. Jadi walaupun nggak pakai baju yang kekinian dan mengikuti trend sekali asal cocok, enak dilihat, itu sudah cukup. Mau ikut trend tapi nggak cocok malah jadi aneh!

Dan aku sendiri bukan tipe si cantik. Tapi bukan cewek tomboy juga. Aku pakai asal cocok. Lagi pengen pakai rok ya pakai, lagi pengen pakai celana ya pakai...

Oh, nggak lupa beli oleh - oleh buat mereka. Khas Indonesia. Khas Surabaya pastinya. Ya kan aku arek Suroboyo. Hmm...apa ya...jangan sampai sudah susah payah beli eh malah disita di bandara. Nggak lucu dong.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar