Ketika remaja aku juga sama saja suka iri lihat artis di TV yang punya badan bagus, bisa pakai baju apa saja.
Ada kalanya juga aku mengurangi berat badan.
Untungnya karena pernah
baca di salah satu buku tentang kisah seorang gadis yang menderita
anoreksia dan itu pertama kalinya aku tahu tentang anoreksia, aku masih
hati-hati ketika mengurangi makanku.
1. Alasan pertama, nggak bisa jauh dari makanan.
2. Alasan kedua, makanan itu enak, sayang kalau nggak dimakan.
3. Alasan ketiga, diet itu menyiksa.
4. Alasan keempat, malas olahraga.
2. Alasan kedua, makanan itu enak, sayang kalau nggak dimakan.
3. Alasan ketiga, diet itu menyiksa.
4. Alasan keempat, malas olahraga.
Itu semua secara nggak sadar menguntungkanku.
Jadi, ketika aku menurunkan berat badan biar kurus, aku masih pikir-pikir dulu.
Waktu aku remaja dengan tinggi 150cm, beratku mungkin sekitar 47-50kg.
Perlahan beratku memang berkurang tapi pelan-pelan, butuh waktu.
Kok bisa? Aku mengurangi
nasi. Makan masakan tanpa msg. Banyak makan sayur. Hampir nggak pernah
makan daging. Minum teh hijau. TAPI dan TAPI, tolong jangan ditiru
mentah-mentah bagi kalian yang membaca ini. Karena KONDISI BADAN SETIAP
ORANG BERBEDA.
Aku tetap makan 3x sehari.
Dan butuh 2-3 tahun untuk bisa mengurangi dari berat 47-50kg ke 44-45kg.
Bertahun-tahun setelah itu beratku tetap berkisar 45kg.
Dan butuh 2-3 tahun untuk bisa mengurangi dari berat 47-50kg ke 44-45kg.
Bertahun-tahun setelah itu beratku tetap berkisar 45kg.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar